Daerah Rawan
Wilayah yang berpotensi terdampak banjir meliputi:
-Kecamatan Neglasari
-Kecamatan Teluknaga
-Kecamatan Sepatan
-Kecamatan Kosambi
Imbauan Resmi
Kepala BPBD Kota Tangerang, Ahmad Suryana, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan tim evakuasi di sejumlah titik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada. Jangan beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai dan segera evakuasi jika air mulai masuk ke pemukiman,” ujarnya.
Suara Warga
Salah seorang warga Neglasari, Rina (34), mengaku khawatir dengan kondisi ini.
"Air sudah mulai naik sejak subuh. Kami sekeluarga bersiap-siap memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.
Antisipasi
Warga diminta menyiapkan jalur evakuasi dan kebutuhan darurat.
Ikuti arahan petugas jika terjadi peningkatan status siaga.
Pantau informasi resmi dari BPBD dan aparat setempat.
Hingga siang ini, petugas BPBD bersama aparat daerah terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir.
Banjir Sungai Cisadane bukan hal baru bagi warga Tangerang. Sejarah mencatat sungai ini beberapa kali meluap, merendam ribuan rumah dan memicu evakuasi massal. Data historis menunjukkan pola berulang yang membuat peringatan dini sangat penting.
Sejarah Banjir Sungai Cisadane
Abad ke-16: Sungai Cisadane pernah menjadi jalur pelayaran kapal dagang. Namun, catatan sejarah juga menyebutkan sungai ini kerap meluap tanpa peringatan dini, menimbulkan kerugian besar bagi permukiman di sekitarnya.
November 2023: Ratusan rumah di Perumahan Pesona Serpong, Tangerang Selatan, terendam akibat luapan Cisadane. Banjir terjadi dini hari hingga pagi, membuat warga harus mengungsi.
Januari 2026: Sirine Pintu Air 10 di Tangerang berbunyi kencang, menandakan status Siaga 3. BPBD menegaskan warga harus tetap tenang namun waspada, terutama di wilayah rawan seperti Neglasari dan Teluknaga.
📊 Pola dan Dampak
Wilayah terdampak berulang: Neglasari, Teluknaga, Sepatan, Kosambi, dan sebagian Tangerang Selatan.
Dampak utama: rumah terendam, akses jalan terputus, aktivitas ekonomi terganggu, serta risiko kesehatan akibat genangan.
Pola berulang: setiap musim hujan dengan intensitas tinggi, debit Cisadane meningkat cepat karena kiriman air dari Bogor.
🚨 Antisipasi Warga
Siapkan jalur evakuasi dan tempat aman untuk keluarga.
Amankan dokumen penting dan barang berharga di lokasi lebih tinggi.
Pantau informasi resmi dari BPBD dan aparat setempat.
Hindari aktivitas di bantaran sungai saat debit meningkat.


