Pesawaran –mediasenter24.wab.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menuai kontroversi. Dua murid, Alfan (MI Al-Fatah) dan Arsya (TK RA MA Arif 1), dilaporkan tidak menerima jatah MBG selama tiga hari setelah orang tua mereka mengkritik pelayanan program melalui media sosial.
Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, bersama Komisi IV melakukan sidak ke dapur SPPG MBG Trimulyo. Hasilnya, ditemukan menu tidak layak konsumsi, termasuk buah salak busuk yang tetap disajikan. DPRD menilai ada diskriminasi terhadap kedua anak dan menyebut tindakan tersebut berdampak buruk pada psikologis mereka.
Nasir menegaskan kritik orang tua adalah hal wajar, bukan alasan untuk menghukum anak. DPRD pun meminta dapur MBG Trimulyo ditutup dan diganti pengelola lain, serta berencana membawa kasus ini ke tingkat lebih tinggi karena adanya indikasi intimidasi dan pelanggaran hukum.
Sementara itu, penanggung jawab SPPG MBG Trimulyo, Dewi Ratih, membantah tudingan diskriminasi. Ia menyebut keputusan yang diambil merupakan arahan pusat dan menegaskan kedua anak tetap menerima MBG, meski sempat ada satu periode anggaran yang tidak diajukan. Dewi juga meminta maaf atas polemik yang terjadi dan berjanji akan memperbaiki pengelolaan program.
(Red.)


