CIREBON – Mediasenter24.wab.id - Gelombang kritik dari kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) semakin menguat. Puluhan kiai muda dari Jawa Barat dan DKI Jakarta menggelar Forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Senin lalu. Forum tersebut menghasilkan rekomendasi tegas agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera memberhentikan kader yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.
Langkah ini muncul sebagai respons atas keresahan warga Nahdliyin terhadap sejumlah nama petinggi NU yang terseret kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para kiai menilai, sikap organisasi yang lamban dalam mengambil tindakan berpotensi merusak marwah NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia.
Pengasuh Pesantren Kempek, KH. Muhammad Shofy, menegaskan bahwa forum tersebut secara khusus membahas kedudukan hukum bagi organisasi keagamaan yang membiarkan pengurusnya terjerat kasus rasuah. “Rumusan para kiai menyatakan, ormas keagamaan yang tidak menonaktifkan atau memecat pengurus berstatus tersangka maupun terpidana korupsi, hukumnya haram. Karena itu, wajib bagi organisasi untuk segera mengambil tindakan tegas,” ujarnya.
Tokoh yang Disorot
Dalam forum tersebut, sejumlah nama kader NU yang tengah menghadapi kasus hukum menjadi sorotan utama:
Mardani H. Maming – Mantan Bendahara Umum PBNU yang baru diberhentikan setelah divonis bersalah dan ditahan pada Agustus 2022.
Gus Yaqut Cholil Qoumas – Mantan Menteri Agama dan Ketua GP Ansor, kini menjabat posisi strategis di PBNU. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan sempat dicekal bepergian ke luar negeri.
KH. Isfah Abidal Aziz (Gus Alex) – Eks Staf Khusus Menteri Agama yang kini masih menjabat Ketua PBNU, meski sudah berstatus tersangka dalam kasus korupsi kuota haji.
Kritik atas Ketidaktegasan
Para kiai muda menilai sikap PBNU ironis, mengingat partai politik yang bersifat sekuler justru lebih cepat menonaktifkan kader yang bermasalah. “Jika partai politik saja bisa bertindak tegas, maka ormas ulama seperti NU seharusnya lebih ketat dalam menjaga integritas,” tegas Shofy.
Forum yang dihadiri sejumlah tokoh muda berpengaruh, seperti KH. Ahmad Ashif Shofiyullah, KH. Nanang Umar Faruq, KH. Ghufron, KH. Abdul Muiz Syaerozi, KH. Jamaluddin Muhammad, dan KH. Muchlis, menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar pandangan, melainkan tuntutan moral demi menjaga kehormatan NU di mata umat.
(RED.)


