Sul-sel – Mediasenter24.wab.id - Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Florencia Lolita, pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Peti jenazah tiba pada Rabu malam dan langsung diserahkan pihak maskapai Indonesia Air Transport (IAT) kepada orang tua mendiang. Tangis keluarga dan pelayat pecah seketika, mengiringi kepulangan terakhir Florencia yang seharusnya bersiap menuju hari pernikahan.
Rencana Pernikahan yang Terhenti
Florencia dikenal sebagai sosok ramah dan penuh senyum. Ia tengah menghitung hari menuju momen sakral pernikahan. Persiapan yang hampir rampung kini berganti dengan perpisahan yang menyayat hati.
Pesan Haru Keluarga
Di depan peti jenazah, keluarga menyampaikan ungkapan mendalam: "Bukan di pelaminan, tapi di keabadian putri kami pergi untuk selama-lamanya. Rencana manusia sudah selesai, kini ia telah tenang di pelukan Sang Pencipta."
Pernyataan Resmi Maskapai
Pihak Indonesia Air Transport (IAT) menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan kru dan penumpang. “Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan dan bantuan logistik. Kami juga bekerja sama dengan KNKT dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan investigasi berjalan transparan,” ujar perwakilan IAT.
Konfirmasi KNKT
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan bahwa insiden ini dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yakni pesawat menabrak permukaan tanah atau pegunungan saat masih dalam kendali pilot. Kotak hitam pesawat telah diamankan dan akan dianalisis untuk mengetahui faktor teknis maupun operasional.
Penghormatan Rekan Kerja
Rekan-rekan sesama kru kabin hadir dengan seragam lengkap, memberikan penghormatan terakhir. Mereka mengenang Florencia sebagai sosok penuh kasih yang selalu membawa senyum dalam setiap tugas.
Kini, langkah Florencia tidak lagi menuju altar pernikahan, melainkan menuju peristirahatan abadi.
(RED.)


