Magspot Blogger Template

Terdakwa Ririn Rifanto bongkar jahatnya Penyidik Polres Indramayu yang menangani kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu.


I
ndramayu
, Mediasenter24.web.id
,- Terdakwa Ririn Rifanto bongkar jahatnya Penyidik Polres Indramayu yang menangani kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu. 

Kaki Ririn Rifanto dipatahkan disuruh mengakui membunuh korban Budi sekeluarga. Padahal menurut Terdakwa Priyo Bagus Setiawan, Ririn tidak terlibat pembunuhan. Ririn tidak tahu ada pembunuhan karena saat terjadi pembunuhan Ririn tidak ada di TKP. Ririn berada di rumah korban sebelum dan sesudah terjadi pembunuhan makanya ada sidik jari Ririn di pintu. 

Menurut Priyo, yang melakukan pembunuhan adalah Hardi dan Yoga, otak pelakunya adalah Aman Yani yang punya masalah dengan korban Budi soal Budi punya utang kepada Aman Yani Rp120 juta. Ditagih Aman Yani tidak ada uang akhirnya Budi dihabisi. 

Priyo menyaksikan pembunuhan tersebut karena ditugasi Aman Yani untuk menagih utang, tidak menyangka kalau akhirnya terjadi pembunuhan. Priyo juga mengakui ikut menguburkan 5 mayat korban bersama pelaku atas nama Joko. 

Dalam berkas perkara Ririn, Priyo tercantum sebagai saksi. Namun karena sudah terbongkar ada nama-nama pelaku yang sebenarnya yang akan dijelaskan oleh Priyo, Jaksa Penuntut Umum tidak mau menghadirkan saksi Priyo, ketakutan terbongkar semuanya bahwa Terdakwa yang disidangkan ini bukan pelaku sebenarnya, apalagi Ririn tidak terlibat sama sekali.

Betapa jahatnya otak Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara ini, saksi yang akan mengungkap peristiwa yang sebenarnya malah tidak jadi dihadirkan di sidang. Kalau dakwaannya merasa benar dan punya bukti kuat, hadirkan saja tidak usah takut, biar terang benderang peristiwanya bagaimana. 

Hal itulah yang kemudian Ririn membongkar di hadapan Wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (29/4/2026) bahwa ia bukan pembunuhnya dan kakinya dipatahkan oleh Polisi disuruh mengakui membunuh, padahal pelaku yang sebenarnya Aman Yani, Hardi, Yoga dan Joko tidak ditangkap.

Saking ketakutannya, Ririn pun mau dibungkam, tidak boleh ngomong di hadapan Wartawan sampai Ririn merangkul saya karena kakinya patah sudah jalannya, demi menyampaikan kebenaran kepada Wartawan. Sebegitu sulitnya mencari keadilan, mau ungkap kebenaran. 

Saya doakan Polisi yang menyiksa Ririn sampai kakinya patah keluarganya mengalami hal serupa. Jaksa yang zalim menghalangi orang yang mau ungkap kebenaran semoga dapat azab, karma ke keluarganya. 

Doa orang tertindas yakin Allah kabulkan,Ujarnya.

Red.


Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال