Jakarta – mediasenter24.wab.id , - Polda Metro Jaya resmi membentuk Tim Pemburu Begal yang disiagakan selama 24 jam penuh untuk merespons cepat kejahatan jalanan yang belakangan marak terjadi dan viral di media sosial. Tim ini akan ditempatkan di titik-titik rawan kejahatan, termasuk wilayah penyangga Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok.
Penempatan Personel
Personel gabungan berasal dari jajaran Polsek, Polres, hingga Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Mereka akan disebar berdasarkan hasil pemetaan dan analisis kepolisian mengenai lokasi rawan kejahatan. Tim dilengkapi perlengkapan taktis seperti helm, rompi, dan senjata untuk mendukung operasi di lapangan.
Fokus Operasi
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya serius dalam menekan angka kriminalitas jalanan. "Rekan-rekan sekalian, yang pertama bagaimana menyikapi peristiwa begal yang saat ini sedang cukup banyak viral di media sosial. Oleh karena itu, kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kami terus berupaya maksimal," ujarnya, dikutip dari Detikcom, Minggu (17/5/2026).
Selain patroli fisik, Polda Metro juga membangun kolaborasi dengan media sosial agar informasi kejahatan bisa diterima lebih cepat dan penanganan lebih maksimal.
Sasaran Kejahatan
Iman menyebutkan bahwa kasus curas (pencurian dengan kekerasan), curat (pencurian dengan pemberatan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) masih sering terjadi di wilayah penyangga. "Untuk wilayah-wilayah yang terjadi cukup banyak, itu di Bekasi, Depok, kemudian Tangerang. Ini menjadi perhatian kami untuk melakukan upaya pengungkapan dan penekanan atas niat dan kesempatan para pelaku," tambahnya.
Ringkasan Poin Penting
Tim Pemburu Begal siaga 24 jam.
Wilayah rawan termasuk Tangerang, Bekasi, dan Depok.
Personel gabungan dari Polsek, Polres, dan Polda Metro.
Perlengkapan taktis mendukung operasi lapangan.
Kolaborasi media sosial untuk percepatan informasi.
Target kejahatan: curas, curat, curanmor. (Red.)



