Pasuruan, -- mediasenter24.wab.id - Gerbong mutasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mulai bergerak, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo melantik sekaligus melakukan mutasi jabatan bagi 6 pejabat tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kota Pasuruan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan, Rudiyanto, didemosi menjadi Staf Ahli Wali Kota. Pergeseran jabatan itu diumumkan dalam mutasi besar-besaran 138 pejabat dan Direktur Perumdam Tirta Umbulan yang dilantik Wali Kota Pasuruan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (30/4/2026). Para pejabat yang dimutasi berasal dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Kepala Puskesmas, hingga Fungsional. Turut dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebelum pelantikan, perwakilan BKPSDM Kota Pasuruan, membacakan SK Wali Kota nomor 800.1.3.3/329/202/2026 tentang penetapan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup kota Pasuruan. Dalam SK itu, Rudiyanto resmi bergeser dari jabatan Sekda menjadi Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya, dan SDM.
"Menyatakan Rudiyanto dengan jabatan lama Sekda dengan jabatan baru sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Sosial, Budaya dan SDM" ucap Perwakilan BPKSDM saat membacakan SK.
Posisi Sekretaris Daerah Kota Pasuruan sementara kosong.
Selain Rudiyanto, sejumlah pejabat eselon II juga dimutasi. Di antaranya: Ir. YUDIE ANDI PRASETYA, M.Si dari Asisten IIl kini menjabat Kepala Dinas Sosial, sedangkan Sahari Putro dari Staf Ahli kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, sementara Siti Rohana dulu menjabat BAPPERIDA kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain itu perubahan juga terjadi di beberapa posisi strategis, seperti Lucky Danardono dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kokoh Arie Hidayat yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial dipindah tugaskan sebagai Kepala Dinas BAPPERIDA. Sejumlah pejabat lainnya juga menempati posisi baru, termasuk di Inspektorat, BPBD, Bapenda, Dishub hingga Camat.
Dalam arahannya, Walikota Pasuruan, Adi Wibowo menegaskan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan ini adalah titipan yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Kebijakan mutasi ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang untuk meningkatkan produktivitas kinerja pemerintah daerah,” ujar Adi
Ia menegaskan rotasi pejabat sudah melalui tahapan seleksi sesuai aturan serta mekanisme yang berlaku dan demi kebutuhan organisasi, bukan karena hal lain. .
"Ini bagian langkah awal untuk bekerja nyata, semua ini sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berjalan. Termasuk untuk jabatan pimpinan tinggi pratama juga sudah melalui uji kompetensi oleh panitia seleksi independen,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan rotasi juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi melalui pola tour of duty, sehingga pejabat dapat memperluas pengalaman kerja dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
“Kita juga mempertimbangkan bagian dari tour of duty, agar ada penyegaran, penambahan pengalaman, dan penguatan kinerja organisasi,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik tetap menjaga semangat dalam melayani masyarakat, serta mengedepankan integritas sebagai pejabat publik.
“Dengan sumpah yang telah diikrarkan, mari kita jaga keutuhan dan bekerja bersama-sama demi kemaslahatan masyarakat Kota Pasuruan,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai kapan Sekda definitif baru akan dilantik?, Adi Wibowo belum memberikan jadwal pasti. “Tunggu saja. Semuanya ada mekanismenya,” pungkasnya.
Mutasi ini diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi Pemkot Pasuruan, serta menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah kedepan.
(Ich)


