Jakarta- mediasenter24.wab.id - Minggu 25/01/2026 Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengingatkan masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Bibit siklon tropis 97S terdeteksi setelah melemahnya 96S, meningkatkan risiko hujan lebat hingga sangat lebat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Fenomena ini dipicu oleh sirkulasi siklonik dan monsun dingin Asia yang membentuk daerah konvergensi angin di selatan Indonesia, meliputi Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah:
Sumatera, Jawa bagian selatan, Bali
NTB dan NTT sebagai fokus utama
Sulawesi selatan dan tengah
Maluku pesisir
Papua dengan intensitas bervariasi
Masyarakat diminta waspada terhadap banjir, longsor, dan gangguan aktivitas.
Di sisi lain, BMKG mencatat hingga awal Januari 2026 tidak ada provinsi yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 30 hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sempat dilanda kekeringan panjang. Meski demikian, beberapa daerah seperti Cenrana, Bone (Sulsel) mengalami sekitar 25 hari tanpa hujan, namun masih terkendali.
Red.


